
Indonesia Manise ft. Marcello Tahitoe, Chicco Jerikho, Ridho Hafiedz, Sandy Canester & Barry Likumahuwa (2025)
Lagu ini terasa sebagai ungkapan cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia. Bukan cuma soal keindahan tempat, tapi tentang bagaimana keberagaman budaya, tanah kelahiran, dan rasa persaudaraan bisa menjadi sesuatu yang menyatukan.
Credits
Lyricist: Minggus Tahitoe
Composer: Joano Kokan
Mixing Engineer: Stephanus Arianto
Bass: Barry Likumahuwa
Guitar (Any Type): Ridho Hafiedz
.jpg)
Tentang Aku (Remake) ft. Sitha Marino (2025)
Lagu “Tentang Aku” bercerita tentang perjalanan seseorang dalam berdamai dengan masa lalu dan melepaskan kenangan yang pernah menyakitkan. Lewat refleksi tentang waktu, cinta, cita-cita, dan harapan, lagu ini menggambarkan proses untuk bangkit setelah jatuh, berhenti terjebak pada masa lalu, dan kembali melangkah tanpa ragu. Pada akhirnya, “Tentang Aku” menjadi cerita tentang menerima apa yang telah terjadi, menyimpan kisah sebagai bagian dari perjalanan, lalu memilih untuk menyambut hari esok dengan cinta, harapan, dan semangat baru.
Credits
Composer: Joano Kokan
Mastering Engineer: Ivan Gojaya

Back Again (Maluku Manise) ft. Chicco Jerikho (2025)
Lagu ini adalah ungkapan rindu sekaligus kebanggaan untuk kembali ke Maluku. “Maluku Manise” sendiri berarti Maluku yang manis/indah, dan lagu ini menggambarkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran, kampung halaman, budaya, dan orang-orang di sana. Jadi “back again”-nya bukan cuma soal pulang secara fisik, tapi juga seperti kembali merasakan identitas, rumah, dan akar diri sendiri setelah lama pergi. "Sejauh apa pun beta pergi, Maluku tetap rumah beta.
Credits
Composer: Stephanus Damero & Ode Malik Idrus
Lyricist: Muhammad Iqbal Tawakal & Gilang Iskandar
Beatmaker: Gilang Iskandar

Ose tau beta ft. K3bi (2023)
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang merasa dirinya benar-benar dipahami oleh orang yang dekat dengannya. “Ose tau beta” dalam bahasa Ambon berarti “kamu tahu aku” atau “kamu mengenal diriku,” jadi inti lagunya terasa seperti hubungan yang sudah cukup dalam sampai seseorang nggak perlu menjelaskan dirinya terlalu banyak karena orang itu sudah tahu siapa dirinya, bagaimana perjuangannya, dan apa yang dia rasakan. Lebih personal, intimate, dan heartfelt, dengan nuansa khas Maluku yang kuat.
Credits
Composer: Ode Malik Idrus
Lyricist: Gilang Iskandar & Syafrudin Bugis
Producer: Ode Malik Idrus
.png)
Lenso merah ft. K3bi (2023)
Lagu ini adalah perayaan identitas dan kebanggaan orang Maluku. “Lenso merah” sendiri merujuk pada kain/lenso yang punya kaitan kuat dengan budaya Maluku, dan di lagu ini digunakan sebagai simbol kebersamaan, keberanian, serta kecintaan terhadap tanah dan budaya sendiri. Vibenya bukan sekadar tentang lenso secara harfiah, tapi tentang membawa identitas Maluku dengan bangga, merayakan asal-usul, dan menunjukkan bahwa budaya lokal bisa tetap hidup dan keren di tengah kehidupan modern.
Credits
Lyricist: Christian Makatita, Maxi Huwae, Syafrudin Bugis & Gilang Iskandar
Producer: Ode Malik Idrus

Penagih Hutang ft. Tabitha (2023)
Cerita tentang kehidupan yang penuh tekanan dan konsekuensi, ketika seseorang harus menghadapi “hutang” yang bukan hanya soal uang, tapi juga tentang tanggung jawab, pilihan, dan masalah yang akhirnya harus diselesaikan. Dengan gaya hip-hop yang raw dan khas Maluku, lagu ini menggambarkan realita hidup yang kadang keras, rasa terdesak karena terus dikejar keadaan, sekaligus keberanian untuk menghadapi semuanya. Jadi, “penagih hutang” di sini terasa seperti simbol dari segala sesuatu dalam hidup yang pada akhirnya akan “menagih” kita untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kita lakukan.
Credits
Composer: Gilang Iskandar
Lyricist: Maxi Huwae, Gilang Iskandar & Christian Makatita


.jpeg)